PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) baru-baru ini mengumumkan kebijakan strategis terkait pengalihan saham dari hasil pembelian kembali atau buyback yang dilakukan pada akhir Desember 2025. Kebijakan ini memiliki dampak signifikan bagi manajemen bank, terutama dalam program renumerasi yang melibatkan Material Risk Taker (MRT).
Pembelian kembali saham ini mencerminkan upaya CIMB Niaga untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi bank dalam mempertahankan daya saing di industri perbankan nasional yang semakin ketat.
Direktur Sumber Daya Manusia CIMB Niaga, Joni Raini, mengungkapkan bahwa buyback telah dilakukan dengan rincian yang teliti. Sebanyak 168.000 unit saham, yang merupakan 83,17% dari total nominal saham, telah dibeli kembali sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dampak Pengalihan Saham dalam Program Renumerasi Manajemen
Program pengalihan saham dalam konteks ini bertujuan untuk memberikan insentif kepada manajemen bank yang terlibat dalam pengambilan keputusan penting. Dengan melibatkan MRT, CIMB Niaga menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kinerja dan kontribusi manajer terhadap pertumbuhan bank.
Manajemen diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari saham yang dialihkan, sehingga mendorong mereka untuk berfokus pada pencapaian target yang lebih baik. Dalam laporan yang mereka sampaikan, total biaya yang dikeluarkan untuk aksi korporasi ini mencapai Rp357,24 juta.
Sisa biaya buyback juga menjadi perhatian, dengan jumlah mencapai Rp142,75 juta. Hal ini menunjukkan bahwa CIMB Niaga tidak hanya fokus pada pembelian kembali saham, tetapi juga mengelola sumber daya keuangannya dengan bijak untuk kepentingan jangka panjang.
Rincian Pelaksanaan Buyback dan Pengalihan Saham
Pelaksanaan buyback saham dilakukan pada tanggal 5 April 2025 dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham. Setelah itu, pengalihan saham kepada manajemen secara bertahap dilaksanakan dengan pendekatan yang terukur.
Pada 8 April 2025, sebanyak 56.000 saham telah dialihkan dengan harga Rp1.600 per lembar. Selain itu, terdapat pengalihan lagi sebanyak 4.000 saham pada 29 Desember 2025 dengan harga Rp1.735 per saham.
Sisa saham BNGA yang wajib dialihkan kembali saat ini tercatat sebanyak 108.000 unit, menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses ini. Manajemen berkomitmen untuk terus memantau dan melaksanakan semua tahapan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Perubahan Kepemilikan Saham di Kalangan Direksi CIMB Niaga
Selain pengalihan saham ke manajemen, para direksi CIMB Niaga juga melaporkan perubahan dalam jumlah kepemilikan saham mereka. Hal ini menandakan adanya pertumbuhan dan peningkatan nilai perusahaan yang diapresiasi oleh kepemimpinan bank.
Presiden Direktur Lani Darmawan dilaporkan menerima 190.600 saham BNGA, sedangkan Direktur Rusly Johannes mendapatkan 79.100 saham. Ketua dan anggota dewan direksi lainnya juga mendapatkan porsi saham yang signifikan, menunjukkan komitmen mereka terhadap perkembangan bank.
Setiap transaksi dalam program MRT yang terlaksana pada 2 Januari 2026 menandakan langkah konkret yang diambil dalam mendukung pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi individu, tetapi juga bagi bank secara keseluruhan di pasar yang kompetitif.
