Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mempercepat program perumahan nasional demi menciptakan hunian yang layak bagi masyarakat. Dalam konteks ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menunjukkan komitmennya melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Keputusan ini diharapkan dapat membantu menurunkan backlog perumahan yang terus meningkat. BNI berpartisipasi dalam pelaksanaan akad massal KPR FLPP sebanyak 50.030 unit rumah, yang dilaksanakan pada tahun 2025 dalam acara yang diadakan secara hibrid.
Akad massal tersebut melibatkan sebanyak 300 akad yang dilakukan secara langsung di lokasi terpilih, sedangkan sisanya berfokus pada penyelenggaraan daring. Melalui hal ini, BNI menunjukkan bahwa akses terhadap pembiayaan perumahan kini lebih mudah dan luas bagi masyarakat, khususnya untuk MBR.
Peran Strategis BNI dalam Penyediaan Perumahan
BNI berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dengan memfasilitasi proyek penyediaan perumahan. Melalui penyaluran KPR FLPP, bank ini berkomitmen untuk menyediakan hunian yang terjangkau dan layak bagi seluruh masyarakat.
Dalam acara serah terima kunci rumah kepada MBR, hadir sejumlah pejabat penting, termasuk Presiden dan Menteri terkait. Hal ini menandakan pentingnya dukungan pemerintah dalam program perumahan yang bersifat inklusif.
Dengan kegiatan ini, BNI tidak hanya menyentuh aspek pembiayaan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai pilar dalam pembangunan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa BNI memiliki fokus terhadap penyaluran dan distribusi yang maksimal terhadap program perumahan ini.
Komitmen Berkelanjutan BNI dalam Program FLPP
BNI memperoleh mandat untuk menyalurkan 17.356 unit KPR FLPP pada tahun 2026 setelah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian terkait. Perjanjian ini diharapkan dapat memperkuat posisi BNI sebagai salah satu bank penyalur terbesar di Indonesia.
Sebagai bank dengan kuota FLPP yang besar, BNI diharapkan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Hal ini juga akan memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah dalam upaya mencapai target-program 3 Juta Rumah.
Dengan sinergi yang terjalin antara BNI, BP Tapera, dan Kementerian Perumahan, diharapkan pengelolaan program ini akan lebih efisien dan terarah. BNI optimis bahwa penyaluran FLPP pada 2026 akan berlangsung mudah dan tepat sasaran.
Strategi BNI untuk Memastikan Akses Terhadap Perumahan
Dalam rangka mendukung program perumahan nasional, BNI memiliki strategi yang berfokus pada peningkatan akses terhadap pembiayaan rumah. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui edukasi kepada masyarakat tentang manfaat KPR FLPP.
BNI juga berupaya meningkatkan kesiapan debitur agar mereka dapat mengakses pembiayaan dengan lebih mudah. Dukungan teknis dalam pelaksanaan akad secara hibrid menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam proses penyaluran.
Dengan demikian, BNI berharap dapat menjadi agen perubahan dalam sektor perumahan, menawarkan solusi yang komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkan hunian. Program ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
